Rabu, 28 September 2016

Ketika Wanita Muslimah Jatuh Cinta



Ketika wanita muslimah jatuh cinta, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tidak lagi suci.

Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa yang salah arah.
Yang ada adalah penderitaan akan hati yang mulai sakit.

Ketika wanita muslimah jatuh cinta, bukan harapan untuk bertemu yang mereka nantikan, tapi yang ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dari orang tersebut.

Tiada kata-kata cinta dan rayuan. Yang ada adalah kekhawatiran yang amat sangat, akan hati yang mulai merindukan lelaki yang belum halal ataupun mungkin yang tak akan pernah halal baginya.

Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yang tidak mampu lagi memberikan ketenangan di wajahnya yang dulu teduh. Mereka akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya. Bahkan  jika cinta dia harus menghilang, maka itu pun akan dilakukan.

Alangkah kasihannya jika wanita muslimah jatuh cinta, karena yang ada adalah penderitaan. Tetapi, bersabarlah....
Jadikan ini ujian dari Rabbmu. Matikan rasa itu secepatnya. Pasang tembok pembatas antara kau dan dia.

Pasangkan duri dalam hatimu, agar rasa itu tidak tumbuh bersemai. Pupuskan rasa rindu padanya dan kembalikan dalam hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu.

Janganlah khawatir kau akan kehilangan cintanya. Karena jika memang kalian ditakdirkan bersama, maka tak akan ada yang dapat mencegah kalian bersatu. Tetapi ketahuilah, bagaimana pun usaha kalian untuk bersatu, jika Allah tidak menghendakinya, maka tidak akan boleh kalian bersatu.


Islam tidak melarang seseorang untuk jatuh cinta, karena cinta adalah fitrah manusia. Jatuh cinta itu sendiri bukanlah aib dan juga bukanlah dosa. Jatuh cinta adalah hal yang manusiawi dan menjadi naluri yang ada secara alamiah pada setiap manusia normal. Nabi, orang suci, orang shalih, dan ulama mengalami jatuh cinta kepada lawan jenis sebagaimana manusia pada umumnya.


Rasulullah cinta kepada Khadijah dan Aisyah.
Ibnu Umar cinta yang sangat kepada istrinya.
Ibnu Hazm cinta pada wanita yang sampai membuatnya menjadi ulama besar.
Sayyid Quthub mencintai wanita namun gagal menikahinya, dan lain-lain. Semuanya adalah contoh bagaimana perasaan itu adalah perasaan yang normal, wajar, natural, dan biasa.


Mencintai dalam diam itu lebih baik bagi perasaanmu, mencintai dalam diam itu ibarat kita ingin memuliakan orang yang kita cintai hingga Allah mempertemukan dalam ikatan yang halal. Berprasangka baiklah Jika memang cinta dalam diam itu tidak memiliki kesempatan berbicara di dunia nyata biarlah menjadi memori tersendiri di sudut hati ini para muslimah karena ketahuilah Allah maha mengetahui setiap hati ummatnya. Jika cintamu terhadapnya bukan untuk di miliki, yakinlah Allah akan menghapus cinta dalam diammu dan mengganti cintamu yang jauh lebih baik.


Namun, bagaimanakah sikap seorang muslimah ketika beliau jatuh cinta?

1. Jika seorang muslimah jatuh cinta, dia tidak akan pernah berkata kepada seorang ikhwan "akhi ana mencintai antum karena Allah" tapi dia berusaha menjaga cinta yang Allah titip dan berusaha menjaga diri agar lebih baik, sebab dia yakin Allah sedang menguji Keimanannya.

2. Jika seorang Muslimah jatuh cinta, dia tidak pernah mengumbar rasa cinta yang ia miliki kepada seseorang yang dia sukai, melainkan berusaha menyembunyikannya, hanya dia dan Allah yang tahu, karena dia yakin Allah menganugerahkan rasa cinta itu, maka hanya kepada Allahlah dia meminta pertolongan..

3. Jika seorang muslimah jatuh cinta, dia berusaha untuk menjauhi orang yang dia cintai, bukan untuk memutuskan tali silaturahmi, tapi agar dia bisa menjaga rasa cinta yang ia miliki dan tidak ternodai dengan kemaksiatan.

4. Jika seorang muslimah jatuh cinta, dia berusaha memperbaiki diri dan berusaha mengoreksi apa kekurangan dirinya karena dia yakin Allah ingin yang terbaik untuknya, dan

5. Jika seorang muslimah jatuh cinta, dia selalu berdoa kepada Allah yang memberikan rasa cinta, agar Allah menjaga cintanya dengan seorang ikhwan pilihan Allah.

Tak Bisa dipungkiri bahwa setiap muslimah mempunyai cinta tapi seorang muslimah bisa menjaga perasaan cintanya hingga menjadi halal baginya. Sebagaiman Allah berfirman :

(An-Nur : 26 )
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)


Nah begitulah islam mengajarkan kita, ketika rasa cinta itu datang.
Semoga kita semua bisa menjaga cinta kita untuk seseorang yang benar-benar halal bagi kita, Semoga Allah memberikan pasangan yang terbaik untuk para muslimah yang senantiasa menjaga perasaan dan rasa cintanya terhadap lawan jenis, Amin.
Insya Allah...
Semuanya akan indah pada waktunya.
















Referensi :

http://www.sukasaya.com/2015/10/perilaku-yang-sangat-dianjurkan-untuk-para-muslimah-ketika-jatuh-cinta.html
[Diakses 05/09/2016]

http://akuislam.com/blog/renungan/bila-wanita-muslimah-jatuh-cinta/
[Diakses 28/09/2016]